Bapak/Ibu/Saudara/Saudari sekalian penunggu setia blog ini,
Setelah saya pikir matang2, dalam waktu2 ke depan blog ini akan berhenti saya update. Selanjutnya, saya akan fokus pada usaha membuat partitur polifoni suci dan gregorian dalam notasi angka yang untuk saat ini sumbernya sangat kurang, dan bahkan tidak ada. Partitur2 baru akan saya update pada fanpage Facebook yang belum lama saya rilis bernama Saint Raphael Publishing. Jika ada lagu baru yang saya ciptakan, juga akan saya update di sana.
Mohon doa dan dukungannya.
Terima kasih,
Onggo Lukito
Selamat datang di blog ini, semoga menemukan apa yang dicari. Hampir semua lagu di sini dapat dinyanyikan untuk Liturgi Gereja Katolik. Perlu diingat bahwa semua lagu yang saya ciptakan sendiri BELUM mendapat imprimatur dari otoritas berwenang, sehingga jika ingin menggunakan lagu-lagu ini khususnya untuk misa, sebaiknya minta ijin dari pastor yang akan memimpin misa.
31 Maret 2013
14 Maret 2013
LOCUS ISTE - ANTON BRUCKNER
Saya buat teks lagu Locus Iste karya Anton Bruckner, silakan klik untuk download.
Syair lagu ini adalah :
Locus iste a Deo factus est
inaestimabile sacramentum
irreprehensibilis est.
yang berarti:
Tempat ini dibuat oleh Tuhan
misteri yang tak ternilai
dan tak tercela
(Mohon koreksinya bila salah)
Lagu ini umumnya dipakai untuk Misa pemberkatan gereja, dan ulang tahun pemberkatannya. Namun lagu ini juga dipakai sebagai nyanyian komuni pada Misa dalam rangka kunjungan pastoral Bapa Suci Benediktus XVI ke Frascati, Italia pada tanggal 15 Juli 2012.
Berikut ini videonya:
Syair lagu ini adalah :
Locus iste a Deo factus est
inaestimabile sacramentum
irreprehensibilis est.
yang berarti:
Tempat ini dibuat oleh Tuhan
misteri yang tak ternilai
dan tak tercela
(Mohon koreksinya bila salah)
Lagu ini umumnya dipakai untuk Misa pemberkatan gereja, dan ulang tahun pemberkatannya. Namun lagu ini juga dipakai sebagai nyanyian komuni pada Misa dalam rangka kunjungan pastoral Bapa Suci Benediktus XVI ke Frascati, Italia pada tanggal 15 Juli 2012.
Berikut ini videonya:
11 Februari 2013
Adoramus Te (donwload via Google Drive)
Teman2 semua, saya baru tahu ada fasilitas google drive, saya coba upload satu file dulu: Adoramus Te Christe untuk paduan suara sejenis. Silakan klik untuk download.
Mohon masukan apabila download menggunakan google drive lebih mudah dan nyaman dibandingkan dengan yang biasa saya pakai (4shared dan ziddu).
Sekedar informasi, Adoramus Te Christe merupakan bahasa Latin dari : Kami menyembah Dikau ya Kristus dan bersyukur kepada-Mu, sebab dengan salib suci-Mu Engkau telah menebus dunia. Kata-kata ini selalu kita ucapkan pada ibadat Jalan Salib. Karenanya nyanyian ini cocok dinyanyikan selama masa prapaskah maupun saat Jumat Agung.
Teks TTBB ini bisa juga dipakai untuk SSAA. Bisa juga untuk SATB dengan menggunakan nada dasar C.
Mohon masukan apabila download menggunakan google drive lebih mudah dan nyaman dibandingkan dengan yang biasa saya pakai (4shared dan ziddu).
Sekedar informasi, Adoramus Te Christe merupakan bahasa Latin dari : Kami menyembah Dikau ya Kristus dan bersyukur kepada-Mu, sebab dengan salib suci-Mu Engkau telah menebus dunia. Kata-kata ini selalu kita ucapkan pada ibadat Jalan Salib. Karenanya nyanyian ini cocok dinyanyikan selama masa prapaskah maupun saat Jumat Agung.
Teks TTBB ini bisa juga dipakai untuk SSAA. Bisa juga untuk SATB dengan menggunakan nada dasar C.
27 Januari 2013
Variasi PS 496
Sudah lama punya ide untuk buat variasi lagu ini khususnya pada bagian ayat, baru ksampaian sekarang. Silahkan download bila berminat: PS 496 Selayaknya Kita Berbangga.
Lagu ini dinyanyikan sebagai nyanyian pembuka Misa Kamis Putih. Tata suara versi Puji Syukur: ulangan dinyanyikan SATB bersama umat, sedangkan ayat oleh solis atau koor satu suara. Versi yang saya buat ini dibalik: bagian ulangan satu suara bersama umat dengan iringan, bagian ayat empat suara (sebaiknya acapella) dengan varian melodi yang berbeda antara ayat satu dengan lainnya. Semoga menambah pilihan koor-koor yang mendapat tugas Kamis Putih.
Pilihan lagu lainnya untuk Kamis Putih bisa juga anda download:
Untuk pembasuhan kaki:
- Inilah Perintah-Ku
Untuk perarakan persembahan:
- Ubi Caritas (Durufle)
Untuk perarakan komuni:
- Ave Verum (Byrd)
Untuk pemindahan Sakramen Mahakudus:
- Pange Lingua (Bartolucci)
Semoga berkenan....
Lagu ini dinyanyikan sebagai nyanyian pembuka Misa Kamis Putih. Tata suara versi Puji Syukur: ulangan dinyanyikan SATB bersama umat, sedangkan ayat oleh solis atau koor satu suara. Versi yang saya buat ini dibalik: bagian ulangan satu suara bersama umat dengan iringan, bagian ayat empat suara (sebaiknya acapella) dengan varian melodi yang berbeda antara ayat satu dengan lainnya. Semoga menambah pilihan koor-koor yang mendapat tugas Kamis Putih.
Pilihan lagu lainnya untuk Kamis Putih bisa juga anda download:
Untuk pembasuhan kaki:
- Inilah Perintah-Ku
Untuk perarakan persembahan:
- Ubi Caritas (Durufle)
Untuk perarakan komuni:
- Ave Verum (Byrd)
Untuk pemindahan Sakramen Mahakudus:
- Pange Lingua (Bartolucci)
Semoga berkenan....
18 Januari 2013
Setelah beberapa bulan....
Halo semuanya....... hahahahaha.....
Sudah lama tidak posting teks baru.....
Memang beberapa bulan terakhir ini saya disibukkan dengan pola hidup yang baru, yakni kuliah malam sambil kerja, dan sebelumnya cari-cari kerjaan baru karena sejak April 2012 statusnya nganggur, tapi sudah sekitar 4 bulan terakhir ini dapat pekerjaan, yang walaupun kurang ideal karena jauh dari tempat kuliah, tetap patut disyukuri dan dijalani dengan gembira. Berhubung tempat kuliah saya di daerah Tanjung Barat, jadi jika ada lowongan kerja dekat situ bagi2 yah.... hahahah...
Dengan pola yang baru, otomatis produktifitas terganggu, jadi hanya mampu menulis (tepatnya menyalin) beberapa teks (silakan klik untuk download):
Sudah lama tidak posting teks baru.....
Memang beberapa bulan terakhir ini saya disibukkan dengan pola hidup yang baru, yakni kuliah malam sambil kerja, dan sebelumnya cari-cari kerjaan baru karena sejak April 2012 statusnya nganggur, tapi sudah sekitar 4 bulan terakhir ini dapat pekerjaan, yang walaupun kurang ideal karena jauh dari tempat kuliah, tetap patut disyukuri dan dijalani dengan gembira. Berhubung tempat kuliah saya di daerah Tanjung Barat, jadi jika ada lowongan kerja dekat situ bagi2 yah.... hahahah...
Dengan pola yang baru, otomatis produktifitas terganggu, jadi hanya mampu menulis (tepatnya menyalin) beberapa teks (silakan klik untuk download):
- A Gaelic Blessing - John Rutter
- Look At The World - John Rutter
- Iubilate Deo - Mons. Marco Frisina
- Ave Maria (Bach-Gounod) aransemen Wihardja
Selain Ave Maria, kalau hendak menyanyikan dan butuh iringan silakan email saya saja, pasti akan saya kirim. Kalau download teks Iubilate Deo, pada bagian tertentu akan ketemu kata alleluia yang dinyanyikan al-le-lu-lu-ia dan laetitia yang dinyanyikan lae-ti-a, itu bukan salah ketik tapi dari sononya.
Pekan Suci nanti kebagian jadwal Jumat Agung di Gereja Keluarga Kudus, Pasar Minggu. Rencananya tugas bersama male choir, menyanyikan lagu-lagu gregorian dan polifoni. Sebagian teksnya sudah saya siapkan, mudah-mudahan dalam dua minggu ke depan semuanya selesai dan bisa saya share di sini. Tapi jika ada yang berminat untuk mendapatkan duluan, bisa minta lewat email.
Sekian dulu.....
13 Juli 2012
Bila Tuhan Menyapa
Lagu ini sudah cukup lama beredar. Selain melodi lagunya yang menentramkan, syairnya pun tidak kalah menggugah. Di paroki saya, sering kali saya dengar lagu ini dinyanyikan koor-koor wilayah. Langsung saja, silahkan klik untuk download.
28 Juni 2012
Buku Nyanyian "LAUDATE DOMINUM - Seri Nyanyian untuk Komuni dan Upacara Penghormatan Sakramen Mahakudus"
Klik gambar untuk menuju halaman download.
Musik Liturgi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan Liturgi Suci. Dalam perjalanan waktu, musik liturgi tidak hanya berupa nyanyian gregorian atau polifoni suci saja, namun juga berkembang menjadi beragam bentuk, termasuk bentuk nyanyian yang telah mengalami proses inkulturasi. Gereja Katolik di Indonesia pun tidak lepas dari situasi ini. Lewat apa yang lazim dipakai sekarang, yakni Puji Syukur dan Madah Bakti, semakin nyata bahwa di sini pun musik liturgi mengalami perkembangan.
Namun sayangnya, kerap kali semangat perkembangan ini disalahartikan. Sering kali jenis nyanyian yang tidak dibuat untuk liturgi, dinyanyikan dalam perayaan Ekaristi tanpa mengindahkan pedoman yang telah ditetapkan. Pernah ada suatu masa, dan mungkin masih terus berlangsung, dimana kita semua bisa melihat banyak paduan suara yang gemar menyanyikan nyanyian rohani (dan bukan nyanyian liturgi) saat perayaan Ekaristi.
Situasi ini terjadi tentu bukan tanpa sebab. Selain pengetahuan liturgi para praktisi paduan suara yang masih sangat kurang, minimnya ketersediaan teks nyanyian liturgi juga berkontribusi terhadap situasi ini. Bahkan paduan suara yang sadar liturgi pun kerap kali kesulitan memperoleh partitur nyanyian yang liturgis. Umumnya partitur yang mudah didapat adalah dari buku kor Puji Syukur dan Madah Bakti, juga keluaran Pusat Musik Liturgi di Yogyakarta. Bagi mereka yang mencintai nyanyian gregorian dan polifoni suci, tentu juga mengalami persoalan yang sama, dan bahkan lebih lagi. Sekarang ini sulit sekali ditemukan buku nyanyian gregorian dan polifoni suci. Kalaupun ada misalnya dari internet, bukan dalam notasi angka yang umum dikuasai paduan suara, namun dalam notasi gregorian atau notasi balok.
Atas dasar situasi ini, kami bermaksud membantu para praktisi paduan suara yang mencintai Liturgi, yang ingin perayaan Ekaristi diperindah dengan nyanyian liturgi yang sepantasnya. Walaupun hanya 16 lagu saja, kami berharap buku nyanyian ini dapat dijadikan alternatif yang bermanfaat bagi para praktisi paduan suara. Di seri perdana ini sengaja kami pilih nyanyian-nyanyian untuk prosesi komuni, mengingat tipikal umat Katolik di Indonesia yang lebih senang berdoa pribadi ketika komuni daripada ikut bernyanyi bersama paduan suara. Diharapkan lewat lagu-lagu ini, yang digubah oleh komposer-komposer katolik ternama, paduan suara dapat mendukung suasana khidmat saat prosesi komuni, dengan lagu-lagu yang liturgis.
Semua lagu dalam buku nyanyian ini ditulis dalam notasi angka yang umumnya dikuasai para penyanyi paduan suara. Demikian pula semua syair ditulis sesuai teks aslinya dalam bahasa Latin, yang merupakan bahasa resmi Liturgi Gereja Katolik. Kami sediakan pula terjemahan dalam bahasa Indonesia, baik terjemahan resmi ataupun terjemahan bebas, untuk membantu penghayatan para penyanyi.
Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada teman kami Wahyu Setiawan yang telah membantu mendesain cover buku ini dengan sangat indah dan elegan. Kami pun mengharapkan kritik dan saran melalui email kami: herman.yoseph@yahoo.co.id atau onggo.lukito@gmail.com. Akhir kata kami sungguh berharap, sumbangsih kecil ini dapat bermanfaat bagi banyak paduan suara dalam memperindah perayaan Ekaristi, dan semoga kualitas perayaan Ekaristi juga semakin meningkat. Tentu saja kami mengharapkan dukungan dari semua pihak, agar karya ini dapat terus berlanjut.
Salam,
Herman Yoseph Tan
Fransiskus de Sales Onggo Lukito
Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus,
10 Juni 2012
10 Juni 2012
Label:
adorasi,
adoro te,
devosi,
ekaristi,
gregorian,
komuni,
liturgi,
pange lingua,
tantum ergo
10 Juni 2012
Misa Penutupan Sarasehan Ekaristi (10 Juni 2012)
Minggu kemarin, 10 Juni 2012, paduan suara Archangeli diberi kesempatan untuk berpartisipasi sebagai petugas koor dalam Misa penutupan Sarasehan Ekaristi (nama halus dari Kongres Ekaristi) Keuskupan Agung Jakarta. Misa dan Adorasi Ekaristi dipimpin oleh Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo. Pada kesempatan ini Archangeli bergabung dengan koor Ancilla Domini, dari mahasiswa katolik Universitas Bina Nusantara.
Yang menarik dari Misa tersebut adalah lagu-lagunya yang liturgis, kebanyakan diambil dari Puji Syukur, dan sama sekali tidak ada sentuhan lagu pop profan yang seringkali dikeluhkan banyak orang. Alat musik yang digunakan pun adalah organ, bukan yang lain. Harapannya Misa seperti ini akan menjadi contoh bagi seluruh keuskupan. Daftar lagunya adalah sebagai berikut:
Pembukaan:
PS 320 Awalilah Kurban-Mu
PS 335 Datanglah Ya Tuhan
Tuhan Kasihanilah Kami:
PS 351 Misa Kita II
Kemuliaan
PS 352 Misa Kita II
Sekuensia:
PS 556 Sion, Puji Penyelemat
Syahadat:
PS 374 Credo III
Persiapan Persembahan:
PS 377 Kami Unjukkan
PS 384 T'rimalah Persembahan Kami
Kudus:
PS 392 Misa Kita II
Bapa Kami:
PS 405 Bapa Kami Rawaseneng
Anak Domba Allah:
PS 413 Misa Kita II
Komuni:
Ave Verum Corpus (William Byrd)
Though We Are Many (Hymne Kongres Ekaristi Internasional 2012)
Ekaristi (Hymne Tahun Ekaristi KAJ 2012)
O Salutaris Hostia (Charles Gounod)
Adorasi Ekaristi:
PS 560 Allah yang Tersamar
Tiga lagu Taize: Tinggallah Bersama Aku, Pujilah Tuhan, & Dalam Tuhan Aku Bersyukur
PS 559 Tantum Ergo
Anima Christi (Marco Frisina)
Penutup:
Mars Arah Dasar Pastoral KAJ
Mari Berbagi
Pada kesempatan ini saya akan membagikan tiga teks lagu yang kami nyanyikan kemarin: Ave Verum Corpus (klik untuk download), O Salutaris Hostia (iringan klik di sini), dan Anima Christi (iringan klik di sini). Teks Though We Are Many tidak saya sediakan karena statusnya yang tidak free license. Youtube dari lagu2 ini bisa didengar berikut ini:
Yang menarik dari Misa tersebut adalah lagu-lagunya yang liturgis, kebanyakan diambil dari Puji Syukur, dan sama sekali tidak ada sentuhan lagu pop profan yang seringkali dikeluhkan banyak orang. Alat musik yang digunakan pun adalah organ, bukan yang lain. Harapannya Misa seperti ini akan menjadi contoh bagi seluruh keuskupan. Daftar lagunya adalah sebagai berikut:
Pembukaan:
PS 320 Awalilah Kurban-Mu
PS 335 Datanglah Ya Tuhan
Tuhan Kasihanilah Kami:
PS 351 Misa Kita II
Kemuliaan
PS 352 Misa Kita II
Sekuensia:
PS 556 Sion, Puji Penyelemat
Syahadat:
PS 374 Credo III
Persiapan Persembahan:
PS 377 Kami Unjukkan
PS 384 T'rimalah Persembahan Kami
Kudus:
PS 392 Misa Kita II
Bapa Kami:
PS 405 Bapa Kami Rawaseneng
Anak Domba Allah:
PS 413 Misa Kita II
Komuni:
Ave Verum Corpus (William Byrd)
Though We Are Many (Hymne Kongres Ekaristi Internasional 2012)
Ekaristi (Hymne Tahun Ekaristi KAJ 2012)
O Salutaris Hostia (Charles Gounod)
Adorasi Ekaristi:
PS 560 Allah yang Tersamar
Tiga lagu Taize: Tinggallah Bersama Aku, Pujilah Tuhan, & Dalam Tuhan Aku Bersyukur
PS 559 Tantum Ergo
Anima Christi (Marco Frisina)
Penutup:
Mars Arah Dasar Pastoral KAJ
Mari Berbagi
Pada kesempatan ini saya akan membagikan tiga teks lagu yang kami nyanyikan kemarin: Ave Verum Corpus (klik untuk download), O Salutaris Hostia (iringan klik di sini), dan Anima Christi (iringan klik di sini). Teks Though We Are Many tidak saya sediakan karena statusnya yang tidak free license. Youtube dari lagu2 ini bisa didengar berikut ini:
02 Februari 2012
Pange Lingua - Bartolucci
Tidak bisa dipungkiri, salah satu momen paling menggetarkan dalam Liturgi Pekan Suci adalah saat pemindahan Sakramen Mahakudus setelah Misa Kamis Putih. Bagian ini, biasanya diiringi dengan nyanyian Mari Kita Memadahkan (PS 501) atau Pange Lingua (PS 502) dimana setelah setiap bait seluruh umat berlutut sebagai ungkapan penyembahan.
Syair ini dibuat oleh St. Thomas Aquinas khusus untuk Pesta Corpus Christi atau Tubuh dan Darah Kristus, dan sekarang memang biasa dinyanyikan untuk mengiringi pemindahan Sakramen Mahakudus. Bait 5 dan 6 juga dipakai untuk mengiringi adorasi Ekaristi.
Biasanya lagu ini dinyanyikan sesuai aslinya, dalam bentuk gregorian. Tapi juga ada bentuk lain. Perlu diketahui bahwa salah satu cara menyanyikan nyanyian berbait dalam musik liturgi adalah dengan cara bergantian antara koor/solis dengan umat, misalnya bait ganjil oleh koor dan bait genap oleh umat, atau sebaliknya. Menilik cara ini, bagian koor pun juga dapat dimodifikasi sedemikian rupa, tidak lagi bentuk gregorian, melainkan bentuk paduan suara entah homofon atau polifon.
Bentuk seperti inilah yang digubah oleh Kardinal Bartolucci pada lagu Pange Lingua (klik untuk menuju halaman download teks). Bait ganjil dinyanyikan oleh koor dengan komposisi empat suara homofon, dan bait genap dinyanyikan oleh umat dengan melodi gregorian seperti biasanya. Lagu ini pertama kali saya ketahui saat mengiringi konser Cappella Victoria Jakarta dalam konsernya tahun lalu.
Komposisi ini tentu saja dapat anda nyanyikan di gereja anda saat Kamis Putih, tentu dengan persetujuan Romo yang memimpin perayaan. Kalau perlu video berikut ini bisa diberikan ke Romo / Seksi Liturgi Paroki sebagai referensi.
Silahkan disimak di video berikut:
Syair ini dibuat oleh St. Thomas Aquinas khusus untuk Pesta Corpus Christi atau Tubuh dan Darah Kristus, dan sekarang memang biasa dinyanyikan untuk mengiringi pemindahan Sakramen Mahakudus. Bait 5 dan 6 juga dipakai untuk mengiringi adorasi Ekaristi.
Biasanya lagu ini dinyanyikan sesuai aslinya, dalam bentuk gregorian. Tapi juga ada bentuk lain. Perlu diketahui bahwa salah satu cara menyanyikan nyanyian berbait dalam musik liturgi adalah dengan cara bergantian antara koor/solis dengan umat, misalnya bait ganjil oleh koor dan bait genap oleh umat, atau sebaliknya. Menilik cara ini, bagian koor pun juga dapat dimodifikasi sedemikian rupa, tidak lagi bentuk gregorian, melainkan bentuk paduan suara entah homofon atau polifon.
Bentuk seperti inilah yang digubah oleh Kardinal Bartolucci pada lagu Pange Lingua (klik untuk menuju halaman download teks). Bait ganjil dinyanyikan oleh koor dengan komposisi empat suara homofon, dan bait genap dinyanyikan oleh umat dengan melodi gregorian seperti biasanya. Lagu ini pertama kali saya ketahui saat mengiringi konser Cappella Victoria Jakarta dalam konsernya tahun lalu.
Komposisi ini tentu saja dapat anda nyanyikan di gereja anda saat Kamis Putih, tentu dengan persetujuan Romo yang memimpin perayaan. Kalau perlu video berikut ini bisa diberikan ke Romo / Seksi Liturgi Paroki sebagai referensi.
Silahkan disimak di video berikut:
01 Februari 2012
Mengetik Teks Lagu dengan Notasi Angka
Berhubung ada banyak pertanyaan tentang bagaimana mengetik teks notasi angka, saya bagikan caranya.
Teks yang saya ketik selama ini menggunakan MS Word. Ada juga penulis lain yang menggunakan Excel, tapi saya lebih cocok dengan word. Yang jelas, baik dengan Word ataupun Excel menggunakan font khusus (Walaupun ada juga yang tidak pakai font khusus, hanya jadinya lebih ribet). Selama ini saya pakai font notangka2.ttf buatan Joas Adiprasetya yang bisa anda dapatkan di sini. Jenis font lainnya yang penggunaannya mirip adalah buatan Henri Yulianto yang bisa anda dapatkan di sini. Keunggulan font ini adalah bisa membuat titik di atas dan di bawah angka, juga memberi tanda silang untuk kres atau mol.
Selain itu ada juga pengetikan notasi yang sudah dipakai KWI sejak lama, memanfaatkan sistem yang ada di Word tanpa font khusus. Terus terang saya belum menguasainya.
Bila anda ingin mulai belajar, mulailah terlebih dahulu dengan nyanyian unison dulu sebelum beranjak ke homofon atau polifon.
Nah sekarang mulai masuk ke pengetikannya....
Dulu, saya lebih banyak menggunakan spacebar untuk memberi jarak antar not, dan kadang-kadang memakai tabs. Akibatnya ketikan menjadi tidak rapi bila komposisinya kompleks, seperti misalnya nyanyian polifoni. Bila mengetik komposisi homofon (seperti kebanyakan aransemen Puji Syukur), bisa dibuat rapi.
Contoh aransemen sederhana dua suara bisa anda download di sini. Pastikan anda sudah install font notangka2 yang saya pakai. Teks ini sama sekali tidak memakai tabs karena posisi sejajar antara suara satu dan dua. Contoh lain aransemen empat suara, dengan sedikit tabs, karena masih homofon sekali bisa anda download di sini. Satu lagi contoh yang sedikit lebih ribet adalah teks Jiwa Kristus ini, arahkan kursor pada baris terakhir, anda akan melihat beberapa tab di situ untuk meratakan antara suara yang satu dengan yang lainnya.
Kalau anda sudah bisa melihat sedikit keribetannya untuk membuat teks dengan rapi, anda bisa juga lihat contoh teks Crucifixus ini: nyanyian polifoni delapan suara!
Itu cara yang lama, dengan banyak sekali spacebar.......
Beberapa minggu lalu saya ingat pernah mengedit teks lagu kiriman dari KWI (sebenarnya teks lagu yang saya buat yang dikirim balik untuk direvisi hehehe), dan menyadari bahwa cara yang saya pakai di atas itu tidak efektif. Singkat kata, KWI juga memakai tabs namun tidak memakai spacebar kecuali untuk penulisan syair.
Kira-kira begini. Sebelum mulai menginput notasi, dibuat dulu tab-tab stop position. Nantinya jarak nada yang satu ke nada berikutnya tinggal memakai tombol tab (tidak pakai spacebar), dan dijamin rapi. Jarak antar posisi tab stop bisa diatur sesuai teks yang hendak diketik atau berdasar selera. Contoh default sheet dengan tab stop position yang rapi bisa anda download di sini. Contoh terbaru yang sudah menggunakan cara ini adalah teks Oculi Omnium dan Mengasih Maria.
Bagaimana dengan garis-garis birama dan legato? Kalau saya memakai menu shapes yang sudah ada di Word. Hehehe.
Akhir kata, terus terang saja saya agak kesulitan membuat panduan seperti ini yang benar-benar jelas, karena memang susah. Saya bisa seperti ini dalam menulis karena terbiasa, istilahnya learning by doing. Bila anda menemui kesulitan, jangan segan untuk bertanya.
Teks yang saya ketik selama ini menggunakan MS Word. Ada juga penulis lain yang menggunakan Excel, tapi saya lebih cocok dengan word. Yang jelas, baik dengan Word ataupun Excel menggunakan font khusus (Walaupun ada juga yang tidak pakai font khusus, hanya jadinya lebih ribet). Selama ini saya pakai font notangka2.ttf buatan Joas Adiprasetya yang bisa anda dapatkan di sini. Jenis font lainnya yang penggunaannya mirip adalah buatan Henri Yulianto yang bisa anda dapatkan di sini. Keunggulan font ini adalah bisa membuat titik di atas dan di bawah angka, juga memberi tanda silang untuk kres atau mol.
Selain itu ada juga pengetikan notasi yang sudah dipakai KWI sejak lama, memanfaatkan sistem yang ada di Word tanpa font khusus. Terus terang saya belum menguasainya.
Bila anda ingin mulai belajar, mulailah terlebih dahulu dengan nyanyian unison dulu sebelum beranjak ke homofon atau polifon.
Nah sekarang mulai masuk ke pengetikannya....
Dulu, saya lebih banyak menggunakan spacebar untuk memberi jarak antar not, dan kadang-kadang memakai tabs. Akibatnya ketikan menjadi tidak rapi bila komposisinya kompleks, seperti misalnya nyanyian polifoni. Bila mengetik komposisi homofon (seperti kebanyakan aransemen Puji Syukur), bisa dibuat rapi.
Contoh aransemen sederhana dua suara bisa anda download di sini. Pastikan anda sudah install font notangka2 yang saya pakai. Teks ini sama sekali tidak memakai tabs karena posisi sejajar antara suara satu dan dua. Contoh lain aransemen empat suara, dengan sedikit tabs, karena masih homofon sekali bisa anda download di sini. Satu lagi contoh yang sedikit lebih ribet adalah teks Jiwa Kristus ini, arahkan kursor pada baris terakhir, anda akan melihat beberapa tab di situ untuk meratakan antara suara yang satu dengan yang lainnya.
Kalau anda sudah bisa melihat sedikit keribetannya untuk membuat teks dengan rapi, anda bisa juga lihat contoh teks Crucifixus ini: nyanyian polifoni delapan suara!
Itu cara yang lama, dengan banyak sekali spacebar.......
Beberapa minggu lalu saya ingat pernah mengedit teks lagu kiriman dari KWI (sebenarnya teks lagu yang saya buat yang dikirim balik untuk direvisi hehehe), dan menyadari bahwa cara yang saya pakai di atas itu tidak efektif. Singkat kata, KWI juga memakai tabs namun tidak memakai spacebar kecuali untuk penulisan syair.
Kira-kira begini. Sebelum mulai menginput notasi, dibuat dulu tab-tab stop position. Nantinya jarak nada yang satu ke nada berikutnya tinggal memakai tombol tab (tidak pakai spacebar), dan dijamin rapi. Jarak antar posisi tab stop bisa diatur sesuai teks yang hendak diketik atau berdasar selera. Contoh default sheet dengan tab stop position yang rapi bisa anda download di sini. Contoh terbaru yang sudah menggunakan cara ini adalah teks Oculi Omnium dan Mengasih Maria.
Bagaimana dengan garis-garis birama dan legato? Kalau saya memakai menu shapes yang sudah ada di Word. Hehehe.
Akhir kata, terus terang saja saya agak kesulitan membuat panduan seperti ini yang benar-benar jelas, karena memang susah. Saya bisa seperti ini dalam menulis karena terbiasa, istilahnya learning by doing. Bila anda menemui kesulitan, jangan segan untuk bertanya.
30 Januari 2012
Sicut Cervus (Prima Pars) - G.P. da Palestrina
"Tradisi musik Gereja semesta merupakan kekayaan yang tak terperikan
nilainya, lebih gemilang dari ungkapan-ungkapan seni lainnya, terutama
karena nyanyian suci yang terikat pada kata-kata merupakan bagian Liturgi
meriah yang penting atau integral."
~
Konstitusi tentang Liturgi Suci artikel 112, Konsili Vatikan II
Sicut Cervus gubahan Palestrina (silahkan klik untuk menuju halaman download) adalah salah satu lagu yang dulu menarik saya untuk mencintai dan mempelajari nyanyian polifoni suci. Terlebih setelah saya menghadiri Misa dalam bahasa Latin di Kapel St. Yoseph, Matraman, dimana kala itu yang bertugas koor adalah Cappella Victoria Jakarta yang menyanyikan lagu ini sebagai nyanyian persiapan persembahan. Sungguh indah!
Di kebanyakan koor, teks yang beredar adalah terbitan PML Yogyakarta dalam salah satu seri bukunya. Saya tulis ulang teks ini mengingat di era digital seperti sekarang ini, distribusi lagu dalam bentuk file pdf akan menjadi lebih mudah dan cepat sehingga, harapannya, memudahkan siapapun mendapatkan teks lagu yang indah ini, khususnya koor-koor muda.
Syair lagu ini diambil dari Kitab Suci Vulgate dalam bahasa Latin: "Sicut cervus desiderat ad fontes aquarum ita desiderat anima mea ad te Deus", yang di Kitab Suci Terjemahan Baru berbunyi: "Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah." (Mzm 42:1).
Video berikut ini adalah penampilan Cappella Victoria Jakarta yang menyanyikan lagu ini saat konser mereka di Gereja Theresia, Jakarta, 25 Juli 2009 yang lalu:
Video lain, Westminster Cathedral Choir yang menyanyikan lagu ini dalam versi lebih lengkap:
Selamat menikmati dan mempelajari kekayaan musik Gereja yang tak terperikan ini, semoga semakin memperkaya khazanah nyanyian dari paduan suara anda, demi semakin besarnya kemuliaan Tuhan.
Oculi Omnium (Charles Wood)
Mumpung ada waktu luang sedikit, saya ketikkan teks Oculi Omnium gubahan Charles Wood. Teks Oculi Omnium diambil dari Kitab Mazmur 144:15 versi Vulgate: "oculi omnium in te sperant et tu das escam illorum in tempore oportuno". Di Kitab Suci Terjemahan Baru di Mzm 145:15: "Mata sekalian orang menantikan Engkau, dan Engkaupun memberi mereka makanan pada waktunya". Di akhir lagu ditambahkan "Gloria tibi Dominum. Amen" yang berarti "Segala kemuliaan bagi-Mu Tuhan. Amin."
Lagunya singkat, kurang dari dua menit tapi sungguh indah. Untuk dengarkan bagaimana hasilnya, silahkan lihat video berikut:
Lagunya singkat, kurang dari dua menit tapi sungguh indah. Untuk dengarkan bagaimana hasilnya, silahkan lihat video berikut:
18 Januari 2012
"Syukur Kami Pada-Mu Tuhan" & "Mengasih Maria"
Pada kesempatan ini saya persembahkan dua lagu baru (klik judul untuk download):
- Syukur Kami Pada-Mu, Tuhan; lagu ini sudah agak lama saya buat namun baru sempat diketik belakangan ini. Dibuat untuk perkawinan, cocoknya pada bagian-bagian setelah Kesepakatan Nikah sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas keluarga yang baru sekaligus harapan-harapan bagi mereka. Saya buat beberapa kali modulasi agar lagunya lebih dinamis mengingat melodinya yang sama saja untuk setiap bait. Untuk memudahkan pengiring saya tambahkan chordnya untuk membantu pada bar dimana modulasi terjadi. Mengingat sudah agak lupa soal penulisan chord, mohon dimaafkan bila kurang tepat :D.
- Mengasih Maria; lagu ini dari Madah Bakti, kurang tahu juga apakah masih dimuat di MB yang terakhir terbit. Teks ini saya buat untuk memenuhi permintaan pengantin yang senang dengan lagu ini dan berharap pada perkawinannya diiringi lagu ini.
07 Desember 2011
BAPA KAMI
Lagu ini adalah BAPA KAMI, kali ini dibuat dengan memakai sibelius, tidak seperti biasanya dengan cakewalk sonar. Ternyata membuat iringan lebih asyik dengan sibelius ketimbang cakewalk.
Untuk sementara teks dalam not angka belum tersedia. Teks dalam not balok sebenarnya sudah ada, tapi saya simpan dulu, mungkin bila ada waktu luang lagi akan diperbaiki iringannya untuk organ ketimbang piano.
Lagunya:
Bapa Kami by onggolukito
Preview teks not balok:
Untuk sementara teks dalam not angka belum tersedia. Teks dalam not balok sebenarnya sudah ada, tapi saya simpan dulu, mungkin bila ada waktu luang lagi akan diperbaiki iringannya untuk organ ketimbang piano.
Lagunya:
Bapa Kami by onggolukito
Preview teks not balok:
13 November 2011
5 Lagu Baru
Setelah sekian lama tidak update, saya post di sini lima karya saya terbaru (silahkan klik judul untuk download) :
- AVE VERUM; syair ini lebih terkenal dengan nyanyian karya Mozart, namun koor kami lebih senang menyanyikan yang versi gregorian dan gubahan Edward Elgar. Berhubung syairnya memang indah, saya pun tergugah untuk membuat versi lain lagi yang sederhana. Lagu ini saya gubah seperti biasa dengan melodi pada sopran, diiringi khususnya oleh suara tenor yang lebih banyak variasi. Alhasil, komposisi seperti ini baru kali ini saya buat walaupun tetap mempertahankan bentuk homofon.
- KAMI BAWA PERSEMBAHAN; lagu ini untuk nyanyian persembahan, yang konon stoknya masih terbatas.
- KUPERCAYA SAKRAMEN MAHAKUDUS; lagu ini untuk nyanyian komuni. Diantara kelima lagu yang saya post sekarang ini, lagu ini yang paling "tua" karena materi dasarnya sudah ada sejak lama. Panjangnya proses lagu ini membuktikan bahwa memang sungguh sulit membuat lagu untuk nyanyian komuni.
- YANG MAKAN TUBUHKU DAN MINUM DARAHKU; lagu ini berawal dari keinginan untuk membuat lagu yang syairnya murni diambil dari Kitab Suci. Polanya memakai pola klasik nyanyian liturgi, yakni ulangan-ayat.
- AVE MARIS STELLA; lagu saya buat dengan variasi gregorian dan paduan suara. Terus terang masih coba-coba untuk membuat model ini.
13 Oktober 2011
Here I Am Lord
Saya aransemen lagu ini, karena terinspirasi Misa penutupan World Youth Day 2011 yang lalu dimana lagu ini dinyanyikan sebagai nyanyian komuni. Silahkan download di sini.
Here I Am Lord yang dinyanyikan saat WYD:
Here I Am Lord yang dinyanyikan saat WYD:
18 Agustus 2011
Litani Santa Perawan Maria
Video di atas adalah Litaniae Lauretanae atau Litani Loreto. Umat katolik di Indonesia mengenalnya dengan Litani Santa Perawan Maria (Puji Syukur nomor 214).
Pada salah satu artikel di Direktorium tentang Kesalehan Umat dan Liturgi disebutkan bahwa doa rosario yang dilakukan pada bulan Oktober hendaknya ditutup dengan Litani Loreto. Namun, Litani Loreto merupakan tindak ibadat tersendiri yang bukan merupakan bagian dari doa rosario.
Lagu ini dapat dijadikan salah satu pilihan untuk menambah keagungan doa rosario yang biasanya di banyak gereja pada bulan Oktober dilakukan secara publik, terkadang dengan didahului perarakan patung Santa Maria.
Terus terang, ketika mencari teks dengan notasi gregorian saya tidak bisa menemukannya. Jadinya penulisan teks hanya mengandalkan pendengaran dari video ini. Itupun ternyata ada bagian yang berbeda di bagian belakang antara video ini dengan teks resmi di PS 214.
Teks nyanyian litani ini dapat didownload di sini. Sementara hanya saya buatkan teks notasi angka dengan bahasa Latin. Notasinya didasarkan pada apa yang ada di video di atas. Ke depan, mudah-mudahan sempat untuk membuat teks dalam bahasa Indonesia.
09 Agustus 2011
Jadikanlah Aku Pembawa Damai versi kedua
Beberapa minggu lalu saya terpikir untuk membuat lagi sebuah lagu dengan syair Jadikanlah Aku Pembawa Damai. Dulu pernah saya buat lagu dengan syair ini (bisa download di sini), dengan modulasi di banyak tempat.
Lagu yang saya buat terakhir ini jauh lebih sederhana dari yang pertama, silahkan klik link ini untuk mendownload: Jadikanlah Aku Pembawa Damai.
Lagu yang saya buat terakhir ini jauh lebih sederhana dari yang pertama, silahkan klik link ini untuk mendownload: Jadikanlah Aku Pembawa Damai.
Ave Maria (Angelus Domini) - Franz Biebl
Video ini adalah Ave Maria karya Franz Biebl, yang berisikan doa Angelus Domini (Malaikat Tuhan). Karya ini dinyanyikan oleh double choir. Sungguh indah! Teks dalam notasi angka bisa download di sini.
12 Juli 2011
Ad Maiorem Dei Gloriam
Biasanya pada akhir bulan Juli sampai pertengahan Agustus, di banyak tempat diadakan Misa syukur ulang tahun imamat, dan bahkan Misa tahbisan imam. Stok lagu ada cukup banyak seperti lagu-lagu tema panggilan yang sudah ada di Puji Syukur atau Madah Bakti, juga lagu lain yang menguatkan panggilan para imam, seperti Aku Abdi Tuhan atau Setialah Selalu.
Bulan depan koor Archangeli diminta bertugas pada misa ulang tahun imamat ke-50 Pater Adolf Heuken SJ di Gereja St. Theresia, Menteng, Jakarta Pusat. Acara tersebut juga akan menjadi ajang Pesta Ignasius-an, yang mengundang para Jesuit di Keuskupan Agung Jakarta. Maka lagu yang dipilih pun adalah lagu yang berhubungan dengan St. Ignatius seperti Jiwa Kristus dan Ambillah Tuhan PS 382. Juga kami siapkan Ambillah dan Trimalah.
Untuk lagu penutup tadinya saya terpikir mencari lagu Ad Maiorem Dei Gloriam (AMDG) yang merupakan semboyan Serikat Yesus. Namun uniknya lagu tersebut tidak saya temukan. Agak heran juga kenapa semboyan yang sangat terkenal ini tidak pernah diangkat sebagai tema lagu.
Maka saya pun beranikan diri membuat lagu Ad Maiorem Dei Gloriam untuk dijadikan lagu penutup pada Misa HUT imamat yang akan datang. AMDG berarti "demi bertambahnya kemuliaan Tuhan". Nyanyian dibuat dengan pola ulangan-ayat, dimana ulangannya adalah pengulangan semboyan AMDG, dengan ayat adalah uraian kaul Jesuit sejauh yang bisa saya pahami tentang ketaatan dan kemurnian.
Ada kaul lainnya yakni kemiskinan, namun saya merasa kesulitan menguraikannya dengan bahasa sederhana dan singkat, apalagi untuk dipadukan dengan spiritualitas awam mengingat semangat lagu ini juga diperuntukkan untuk awam . Mungkin di masa yang akan datang bisa ditambahkan. Kedua ayat ini ditutup dengan ayat tradisional madah-madah liturgi, yakni pujian kepada Tritunggal Mahakudus.
Harapannya, lagu ini bisa dijadikan salah satu pilihan untuk nyanyian penutup pada misa HUT imamat atau Misa tahbisan, khususnya menyangkut Imam Jesuit. Juga bisa dinyanyikan untuk misa pelepasan atau penyambutan imam baru di paroki.
Akhir kata, hanya ini yang bisa saya persembahkan untuk ordo yang telah membesarkan saya di paroki dan sekolah. Semoga berkenan....
Ad Maiorem Dei Gloriam
Ad Maiorem Dei Gloriam by onggolukito
Bulan depan koor Archangeli diminta bertugas pada misa ulang tahun imamat ke-50 Pater Adolf Heuken SJ di Gereja St. Theresia, Menteng, Jakarta Pusat. Acara tersebut juga akan menjadi ajang Pesta Ignasius-an, yang mengundang para Jesuit di Keuskupan Agung Jakarta. Maka lagu yang dipilih pun adalah lagu yang berhubungan dengan St. Ignatius seperti Jiwa Kristus dan Ambillah Tuhan PS 382. Juga kami siapkan Ambillah dan Trimalah.
Untuk lagu penutup tadinya saya terpikir mencari lagu Ad Maiorem Dei Gloriam (AMDG) yang merupakan semboyan Serikat Yesus. Namun uniknya lagu tersebut tidak saya temukan. Agak heran juga kenapa semboyan yang sangat terkenal ini tidak pernah diangkat sebagai tema lagu.
Maka saya pun beranikan diri membuat lagu Ad Maiorem Dei Gloriam untuk dijadikan lagu penutup pada Misa HUT imamat yang akan datang. AMDG berarti "demi bertambahnya kemuliaan Tuhan". Nyanyian dibuat dengan pola ulangan-ayat, dimana ulangannya adalah pengulangan semboyan AMDG, dengan ayat adalah uraian kaul Jesuit sejauh yang bisa saya pahami tentang ketaatan dan kemurnian.
Ada kaul lainnya yakni kemiskinan, namun saya merasa kesulitan menguraikannya dengan bahasa sederhana dan singkat, apalagi untuk dipadukan dengan spiritualitas awam mengingat semangat lagu ini juga diperuntukkan untuk awam . Mungkin di masa yang akan datang bisa ditambahkan. Kedua ayat ini ditutup dengan ayat tradisional madah-madah liturgi, yakni pujian kepada Tritunggal Mahakudus.
Harapannya, lagu ini bisa dijadikan salah satu pilihan untuk nyanyian penutup pada misa HUT imamat atau Misa tahbisan, khususnya menyangkut Imam Jesuit. Juga bisa dinyanyikan untuk misa pelepasan atau penyambutan imam baru di paroki.
Akhir kata, hanya ini yang bisa saya persembahkan untuk ordo yang telah membesarkan saya di paroki dan sekolah. Semoga berkenan....
Ad Maiorem Dei Gloriam
Ad Maiorem Dei Gloriam by onggolukito
Langganan:
Postingan (Atom)

