Saya aransemen lagu ini, karena terinspirasi Misa penutupan World Youth Day 2011 yang lalu dimana lagu ini dinyanyikan sebagai nyanyian komuni. Silahkan download di sini.
Here I Am Lord yang dinyanyikan saat WYD:
Selamat datang di blog ini, semoga menemukan apa yang dicari. Hampir semua lagu di sini dapat dinyanyikan untuk Liturgi Gereja Katolik. Perlu diingat bahwa semua lagu yang saya ciptakan sendiri BELUM mendapat imprimatur dari otoritas berwenang, sehingga jika ingin menggunakan lagu-lagu ini khususnya untuk misa, sebaiknya minta ijin dari pastor yang akan memimpin misa.
13 Oktober 2011
18 Agustus 2011
Litani Santa Perawan Maria
Video di atas adalah Litaniae Lauretanae atau Litani Loreto. Umat katolik di Indonesia mengenalnya dengan Litani Santa Perawan Maria (Puji Syukur nomor 214).
Pada salah satu artikel di Direktorium tentang Kesalehan Umat dan Liturgi disebutkan bahwa doa rosario yang dilakukan pada bulan Oktober hendaknya ditutup dengan Litani Loreto. Namun, Litani Loreto merupakan tindak ibadat tersendiri yang bukan merupakan bagian dari doa rosario.
Lagu ini dapat dijadikan salah satu pilihan untuk menambah keagungan doa rosario yang biasanya di banyak gereja pada bulan Oktober dilakukan secara publik, terkadang dengan didahului perarakan patung Santa Maria.
Terus terang, ketika mencari teks dengan notasi gregorian saya tidak bisa menemukannya. Jadinya penulisan teks hanya mengandalkan pendengaran dari video ini. Itupun ternyata ada bagian yang berbeda di bagian belakang antara video ini dengan teks resmi di PS 214.
Teks nyanyian litani ini dapat didownload di sini. Sementara hanya saya buatkan teks notasi angka dengan bahasa Latin. Notasinya didasarkan pada apa yang ada di video di atas. Ke depan, mudah-mudahan sempat untuk membuat teks dalam bahasa Indonesia.
09 Agustus 2011
Jadikanlah Aku Pembawa Damai versi kedua
Beberapa minggu lalu saya terpikir untuk membuat lagi sebuah lagu dengan syair Jadikanlah Aku Pembawa Damai. Dulu pernah saya buat lagu dengan syair ini (bisa download di sini), dengan modulasi di banyak tempat.
Lagu yang saya buat terakhir ini jauh lebih sederhana dari yang pertama, silahkan klik link ini untuk mendownload: Jadikanlah Aku Pembawa Damai.
Lagu yang saya buat terakhir ini jauh lebih sederhana dari yang pertama, silahkan klik link ini untuk mendownload: Jadikanlah Aku Pembawa Damai.
Ave Maria (Angelus Domini) - Franz Biebl
Video ini adalah Ave Maria karya Franz Biebl, yang berisikan doa Angelus Domini (Malaikat Tuhan). Karya ini dinyanyikan oleh double choir. Sungguh indah! Teks dalam notasi angka bisa download di sini.
12 Juli 2011
Ad Maiorem Dei Gloriam
Biasanya pada akhir bulan Juli sampai pertengahan Agustus, di banyak tempat diadakan Misa syukur ulang tahun imamat, dan bahkan Misa tahbisan imam. Stok lagu ada cukup banyak seperti lagu-lagu tema panggilan yang sudah ada di Puji Syukur atau Madah Bakti, juga lagu lain yang menguatkan panggilan para imam, seperti Aku Abdi Tuhan atau Setialah Selalu.
Bulan depan koor Archangeli diminta bertugas pada misa ulang tahun imamat ke-50 Pater Adolf Heuken SJ di Gereja St. Theresia, Menteng, Jakarta Pusat. Acara tersebut juga akan menjadi ajang Pesta Ignasius-an, yang mengundang para Jesuit di Keuskupan Agung Jakarta. Maka lagu yang dipilih pun adalah lagu yang berhubungan dengan St. Ignatius seperti Jiwa Kristus dan Ambillah Tuhan PS 382. Juga kami siapkan Ambillah dan Trimalah.
Untuk lagu penutup tadinya saya terpikir mencari lagu Ad Maiorem Dei Gloriam (AMDG) yang merupakan semboyan Serikat Yesus. Namun uniknya lagu tersebut tidak saya temukan. Agak heran juga kenapa semboyan yang sangat terkenal ini tidak pernah diangkat sebagai tema lagu.
Maka saya pun beranikan diri membuat lagu Ad Maiorem Dei Gloriam untuk dijadikan lagu penutup pada Misa HUT imamat yang akan datang. AMDG berarti "demi bertambahnya kemuliaan Tuhan". Nyanyian dibuat dengan pola ulangan-ayat, dimana ulangannya adalah pengulangan semboyan AMDG, dengan ayat adalah uraian kaul Jesuit sejauh yang bisa saya pahami tentang ketaatan dan kemurnian.
Ada kaul lainnya yakni kemiskinan, namun saya merasa kesulitan menguraikannya dengan bahasa sederhana dan singkat, apalagi untuk dipadukan dengan spiritualitas awam mengingat semangat lagu ini juga diperuntukkan untuk awam . Mungkin di masa yang akan datang bisa ditambahkan. Kedua ayat ini ditutup dengan ayat tradisional madah-madah liturgi, yakni pujian kepada Tritunggal Mahakudus.
Harapannya, lagu ini bisa dijadikan salah satu pilihan untuk nyanyian penutup pada misa HUT imamat atau Misa tahbisan, khususnya menyangkut Imam Jesuit. Juga bisa dinyanyikan untuk misa pelepasan atau penyambutan imam baru di paroki.
Akhir kata, hanya ini yang bisa saya persembahkan untuk ordo yang telah membesarkan saya di paroki dan sekolah. Semoga berkenan....
Ad Maiorem Dei Gloriam
Ad Maiorem Dei Gloriam by onggolukito
Bulan depan koor Archangeli diminta bertugas pada misa ulang tahun imamat ke-50 Pater Adolf Heuken SJ di Gereja St. Theresia, Menteng, Jakarta Pusat. Acara tersebut juga akan menjadi ajang Pesta Ignasius-an, yang mengundang para Jesuit di Keuskupan Agung Jakarta. Maka lagu yang dipilih pun adalah lagu yang berhubungan dengan St. Ignatius seperti Jiwa Kristus dan Ambillah Tuhan PS 382. Juga kami siapkan Ambillah dan Trimalah.
Untuk lagu penutup tadinya saya terpikir mencari lagu Ad Maiorem Dei Gloriam (AMDG) yang merupakan semboyan Serikat Yesus. Namun uniknya lagu tersebut tidak saya temukan. Agak heran juga kenapa semboyan yang sangat terkenal ini tidak pernah diangkat sebagai tema lagu.
Maka saya pun beranikan diri membuat lagu Ad Maiorem Dei Gloriam untuk dijadikan lagu penutup pada Misa HUT imamat yang akan datang. AMDG berarti "demi bertambahnya kemuliaan Tuhan". Nyanyian dibuat dengan pola ulangan-ayat, dimana ulangannya adalah pengulangan semboyan AMDG, dengan ayat adalah uraian kaul Jesuit sejauh yang bisa saya pahami tentang ketaatan dan kemurnian.
Ada kaul lainnya yakni kemiskinan, namun saya merasa kesulitan menguraikannya dengan bahasa sederhana dan singkat, apalagi untuk dipadukan dengan spiritualitas awam mengingat semangat lagu ini juga diperuntukkan untuk awam . Mungkin di masa yang akan datang bisa ditambahkan. Kedua ayat ini ditutup dengan ayat tradisional madah-madah liturgi, yakni pujian kepada Tritunggal Mahakudus.
Harapannya, lagu ini bisa dijadikan salah satu pilihan untuk nyanyian penutup pada misa HUT imamat atau Misa tahbisan, khususnya menyangkut Imam Jesuit. Juga bisa dinyanyikan untuk misa pelepasan atau penyambutan imam baru di paroki.
Akhir kata, hanya ini yang bisa saya persembahkan untuk ordo yang telah membesarkan saya di paroki dan sekolah. Semoga berkenan....
Ad Maiorem Dei Gloriam
Ad Maiorem Dei Gloriam by onggolukito
08 Juli 2011
Mazmur
Beberapa waktu terakhir saya senantiasa mencoba membuat nyanyian berdasarkan mazmur, dan ternyata susah! Walaupun susah tetap saya usahakan karena nyanyian berdasarkan Mazmur sebenarnya adalah yang lazim dipakai untuk Liturgi kudus.
Setelah berusaha dan dicoba berulang-ulang, jadilah dua buah lagu baru (klik untuk download):
Lagu kedua diambil dari Mazmur 51, yang diambil dari Mazmur Tanggapan hari Rabu Abu, jadi cocok untuk masa prapaskah. Walau masih jauh, mumpung ada idenya sekarang, jadi diselesaikan sekarang saja :D Lagu ini berbentuk ulangan dengan dua ayat, dengan komposisi 4 suara hanya pada ulangan. Baik bila ayat pertama dibawakan oleh wanita dan ayat kedua oleh pria.
Semoga nyanyian ini bermanfaat bagi kita semua.
Berikut ini instrumental Kasihanilah Aku Ya Allah:
Kasihanilah Aku by onggolukito
Setelah berusaha dan dicoba berulang-ulang, jadilah dua buah lagu baru (klik untuk download):
- Betapa Mulia Nama-Mu (Mazmur 8)
- Kasihanilah Aku Ya Allah (Mazmur 51)
Lagu kedua diambil dari Mazmur 51, yang diambil dari Mazmur Tanggapan hari Rabu Abu, jadi cocok untuk masa prapaskah. Walau masih jauh, mumpung ada idenya sekarang, jadi diselesaikan sekarang saja :D Lagu ini berbentuk ulangan dengan dua ayat, dengan komposisi 4 suara hanya pada ulangan. Baik bila ayat pertama dibawakan oleh wanita dan ayat kedua oleh pria.
Semoga nyanyian ini bermanfaat bagi kita semua.
Berikut ini instrumental Kasihanilah Aku Ya Allah:
Kasihanilah Aku by onggolukito
25 Mei 2011
Veni Creátor Spíritus / Datanglah Ya Roh Pencipta
Tahun ini kebagian tugas Hari Raya Pentakosta. Lagu wajibnya jelas Veni Creator Spiritus yang ada di PS 565/566, juga ada Utuslah Roh-Mu ya Tuhan untuk mazmur tanggapan. Selain itu rasanya tidak banyak pilihan yang 'enak' walaupun sebenarnya cukup banyak juga.
Banyak kelompok koor mencari lagu baru untuk dijadikan alternatif, pertama karena stok yang ada dirasa "kurang menantang" sehingga dibutuhkan penyegaran. Dalam banyak kasus, kurangnya tantangan ini bisa ditangkal dengan mengaransemen ulang lagu yang sudah ada agar lebih fresh. Bisa juga dengan mencari versi asli dari lagu yang sudah ada, seperti O Esca Viatorum yang merupakan versi asli dari PS 434 Santapan Peziarah, atau Veni Veni Emmanuel yang merupakan versi asli PS 443 O Datanglah Imanuel.
Cara lainnya adalah membuat lagu baru dengan menggunakan syair yang sudah ada, dan inilah yang saya lakukan kali ini. Berdasar pengalaman menggunakan syair bahasa Latin, biasanya akan menemukan kesulitan ketika ingin dibuat versi bahasa Indonesia, atau sebaliknya. Hal ini terjadi karena ketika membuat tidak memperhatikan aksentuasi kata. Aksentuasi ternyata tidak bisa diabaikan dalam proses pembuatan lagu karena sangat berperan pada penekanan sukukata pada kata-kata penting yang akan berpengaruh pada kejelasan artikulasi ketika dinyanyikan.
Dalam bahasa Indonesia memang tidak banyak orang yang paham bagaimana aksentuasi yang tepat, namun dalam bahasa Latin hal ini lebih mudah diketahui dengan penulisan tanda petik ( ' ) di atas huruf vokal pada sukukata yang mendapat penekanan. Maka kita bisa melihat alasan kenapa di Puji Syukur, bukan ditulis "veni creator Spiritus" melainkan "veni Creátor Spíritus".
Belajar dari kesalahan di masa lampau, saya mencoba membuat Veni Creátor Spíritus (klik untuk download) dengan memperhatikan aksentuasi, walau mungkin belum sempurna. Dengan memperhatikan aksentuasi pada nada-nada yang diberikan tekanan, dengan mudah pula bisa dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia sesuai terjemahan di Puji Syukur menjadi Datanglah Ya Roh Pencipta (klik untuk download).
Pola nyanyian tetap berusaha mengikuti bentuk tradisional, yakni menggunakan melodi yang sama pada setiap bait. Improvisasi dilakukan pada setiap bait.
Selain itu, dulu juga pernah membuat lagu tema Roh Kudus berjudul Roh Kudus, Datanglah yang syairnya berdasarkan sekuensia Pentakosta Veni Sancte Spiritus.
Silahkan didownload dan dicoba, semoga berkenan.
Banyak kelompok koor mencari lagu baru untuk dijadikan alternatif, pertama karena stok yang ada dirasa "kurang menantang" sehingga dibutuhkan penyegaran. Dalam banyak kasus, kurangnya tantangan ini bisa ditangkal dengan mengaransemen ulang lagu yang sudah ada agar lebih fresh. Bisa juga dengan mencari versi asli dari lagu yang sudah ada, seperti O Esca Viatorum yang merupakan versi asli dari PS 434 Santapan Peziarah, atau Veni Veni Emmanuel yang merupakan versi asli PS 443 O Datanglah Imanuel.
Cara lainnya adalah membuat lagu baru dengan menggunakan syair yang sudah ada, dan inilah yang saya lakukan kali ini. Berdasar pengalaman menggunakan syair bahasa Latin, biasanya akan menemukan kesulitan ketika ingin dibuat versi bahasa Indonesia, atau sebaliknya. Hal ini terjadi karena ketika membuat tidak memperhatikan aksentuasi kata. Aksentuasi ternyata tidak bisa diabaikan dalam proses pembuatan lagu karena sangat berperan pada penekanan sukukata pada kata-kata penting yang akan berpengaruh pada kejelasan artikulasi ketika dinyanyikan.
Dalam bahasa Indonesia memang tidak banyak orang yang paham bagaimana aksentuasi yang tepat, namun dalam bahasa Latin hal ini lebih mudah diketahui dengan penulisan tanda petik ( ' ) di atas huruf vokal pada sukukata yang mendapat penekanan. Maka kita bisa melihat alasan kenapa di Puji Syukur, bukan ditulis "veni creator Spiritus" melainkan "veni Creátor Spíritus".
Belajar dari kesalahan di masa lampau, saya mencoba membuat Veni Creátor Spíritus (klik untuk download) dengan memperhatikan aksentuasi, walau mungkin belum sempurna. Dengan memperhatikan aksentuasi pada nada-nada yang diberikan tekanan, dengan mudah pula bisa dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia sesuai terjemahan di Puji Syukur menjadi Datanglah Ya Roh Pencipta (klik untuk download).
Pola nyanyian tetap berusaha mengikuti bentuk tradisional, yakni menggunakan melodi yang sama pada setiap bait. Improvisasi dilakukan pada setiap bait.
Selain itu, dulu juga pernah membuat lagu tema Roh Kudus berjudul Roh Kudus, Datanglah yang syairnya berdasarkan sekuensia Pentakosta Veni Sancte Spiritus.
Silahkan didownload dan dicoba, semoga berkenan.
Langganan:
Postingan (Atom)