- AVE VERUM; syair ini lebih terkenal dengan nyanyian karya Mozart, namun koor kami lebih senang menyanyikan yang versi gregorian dan gubahan Edward Elgar. Berhubung syairnya memang indah, saya pun tergugah untuk membuat versi lain lagi yang sederhana. Lagu ini saya gubah seperti biasa dengan melodi pada sopran, diiringi khususnya oleh suara tenor yang lebih banyak variasi. Alhasil, komposisi seperti ini baru kali ini saya buat walaupun tetap mempertahankan bentuk homofon.
- KAMI BAWA PERSEMBAHAN; lagu ini untuk nyanyian persembahan, yang konon stoknya masih terbatas.
- KUPERCAYA SAKRAMEN MAHAKUDUS; lagu ini untuk nyanyian komuni. Diantara kelima lagu yang saya post sekarang ini, lagu ini yang paling "tua" karena materi dasarnya sudah ada sejak lama. Panjangnya proses lagu ini membuktikan bahwa memang sungguh sulit membuat lagu untuk nyanyian komuni.
- YANG MAKAN TUBUHKU DAN MINUM DARAHKU; lagu ini berawal dari keinginan untuk membuat lagu yang syairnya murni diambil dari Kitab Suci. Polanya memakai pola klasik nyanyian liturgi, yakni ulangan-ayat.
- AVE MARIS STELLA; lagu saya buat dengan variasi gregorian dan paduan suara. Terus terang masih coba-coba untuk membuat model ini.
Selamat datang di blog ini, semoga menemukan apa yang dicari. Hampir semua lagu di sini dapat dinyanyikan untuk Liturgi Gereja Katolik. Perlu diingat bahwa semua lagu yang saya ciptakan sendiri BELUM mendapat imprimatur dari otoritas berwenang, sehingga jika ingin menggunakan lagu-lagu ini khususnya untuk misa, sebaiknya minta ijin dari pastor yang akan memimpin misa.
13 November 2011
5 Lagu Baru
Setelah sekian lama tidak update, saya post di sini lima karya saya terbaru (silahkan klik judul untuk download) :
13 Oktober 2011
Here I Am Lord
Saya aransemen lagu ini, karena terinspirasi Misa penutupan World Youth Day 2011 yang lalu dimana lagu ini dinyanyikan sebagai nyanyian komuni. Silahkan download di sini.
Here I Am Lord yang dinyanyikan saat WYD:
Here I Am Lord yang dinyanyikan saat WYD:
18 Agustus 2011
Litani Santa Perawan Maria
Video di atas adalah Litaniae Lauretanae atau Litani Loreto. Umat katolik di Indonesia mengenalnya dengan Litani Santa Perawan Maria (Puji Syukur nomor 214).
Pada salah satu artikel di Direktorium tentang Kesalehan Umat dan Liturgi disebutkan bahwa doa rosario yang dilakukan pada bulan Oktober hendaknya ditutup dengan Litani Loreto. Namun, Litani Loreto merupakan tindak ibadat tersendiri yang bukan merupakan bagian dari doa rosario.
Lagu ini dapat dijadikan salah satu pilihan untuk menambah keagungan doa rosario yang biasanya di banyak gereja pada bulan Oktober dilakukan secara publik, terkadang dengan didahului perarakan patung Santa Maria.
Terus terang, ketika mencari teks dengan notasi gregorian saya tidak bisa menemukannya. Jadinya penulisan teks hanya mengandalkan pendengaran dari video ini. Itupun ternyata ada bagian yang berbeda di bagian belakang antara video ini dengan teks resmi di PS 214.
Teks nyanyian litani ini dapat didownload di sini. Sementara hanya saya buatkan teks notasi angka dengan bahasa Latin. Notasinya didasarkan pada apa yang ada di video di atas. Ke depan, mudah-mudahan sempat untuk membuat teks dalam bahasa Indonesia.
09 Agustus 2011
Jadikanlah Aku Pembawa Damai versi kedua
Beberapa minggu lalu saya terpikir untuk membuat lagi sebuah lagu dengan syair Jadikanlah Aku Pembawa Damai. Dulu pernah saya buat lagu dengan syair ini (bisa download di sini), dengan modulasi di banyak tempat.
Lagu yang saya buat terakhir ini jauh lebih sederhana dari yang pertama, silahkan klik link ini untuk mendownload: Jadikanlah Aku Pembawa Damai.
Lagu yang saya buat terakhir ini jauh lebih sederhana dari yang pertama, silahkan klik link ini untuk mendownload: Jadikanlah Aku Pembawa Damai.
Ave Maria (Angelus Domini) - Franz Biebl
Video ini adalah Ave Maria karya Franz Biebl, yang berisikan doa Angelus Domini (Malaikat Tuhan). Karya ini dinyanyikan oleh double choir. Sungguh indah! Teks dalam notasi angka bisa download di sini.
12 Juli 2011
Ad Maiorem Dei Gloriam
Biasanya pada akhir bulan Juli sampai pertengahan Agustus, di banyak tempat diadakan Misa syukur ulang tahun imamat, dan bahkan Misa tahbisan imam. Stok lagu ada cukup banyak seperti lagu-lagu tema panggilan yang sudah ada di Puji Syukur atau Madah Bakti, juga lagu lain yang menguatkan panggilan para imam, seperti Aku Abdi Tuhan atau Setialah Selalu.
Bulan depan koor Archangeli diminta bertugas pada misa ulang tahun imamat ke-50 Pater Adolf Heuken SJ di Gereja St. Theresia, Menteng, Jakarta Pusat. Acara tersebut juga akan menjadi ajang Pesta Ignasius-an, yang mengundang para Jesuit di Keuskupan Agung Jakarta. Maka lagu yang dipilih pun adalah lagu yang berhubungan dengan St. Ignatius seperti Jiwa Kristus dan Ambillah Tuhan PS 382. Juga kami siapkan Ambillah dan Trimalah.
Untuk lagu penutup tadinya saya terpikir mencari lagu Ad Maiorem Dei Gloriam (AMDG) yang merupakan semboyan Serikat Yesus. Namun uniknya lagu tersebut tidak saya temukan. Agak heran juga kenapa semboyan yang sangat terkenal ini tidak pernah diangkat sebagai tema lagu.
Maka saya pun beranikan diri membuat lagu Ad Maiorem Dei Gloriam untuk dijadikan lagu penutup pada Misa HUT imamat yang akan datang. AMDG berarti "demi bertambahnya kemuliaan Tuhan". Nyanyian dibuat dengan pola ulangan-ayat, dimana ulangannya adalah pengulangan semboyan AMDG, dengan ayat adalah uraian kaul Jesuit sejauh yang bisa saya pahami tentang ketaatan dan kemurnian.
Ada kaul lainnya yakni kemiskinan, namun saya merasa kesulitan menguraikannya dengan bahasa sederhana dan singkat, apalagi untuk dipadukan dengan spiritualitas awam mengingat semangat lagu ini juga diperuntukkan untuk awam . Mungkin di masa yang akan datang bisa ditambahkan. Kedua ayat ini ditutup dengan ayat tradisional madah-madah liturgi, yakni pujian kepada Tritunggal Mahakudus.
Harapannya, lagu ini bisa dijadikan salah satu pilihan untuk nyanyian penutup pada misa HUT imamat atau Misa tahbisan, khususnya menyangkut Imam Jesuit. Juga bisa dinyanyikan untuk misa pelepasan atau penyambutan imam baru di paroki.
Akhir kata, hanya ini yang bisa saya persembahkan untuk ordo yang telah membesarkan saya di paroki dan sekolah. Semoga berkenan....
Ad Maiorem Dei Gloriam
Ad Maiorem Dei Gloriam by onggolukito
Bulan depan koor Archangeli diminta bertugas pada misa ulang tahun imamat ke-50 Pater Adolf Heuken SJ di Gereja St. Theresia, Menteng, Jakarta Pusat. Acara tersebut juga akan menjadi ajang Pesta Ignasius-an, yang mengundang para Jesuit di Keuskupan Agung Jakarta. Maka lagu yang dipilih pun adalah lagu yang berhubungan dengan St. Ignatius seperti Jiwa Kristus dan Ambillah Tuhan PS 382. Juga kami siapkan Ambillah dan Trimalah.
Untuk lagu penutup tadinya saya terpikir mencari lagu Ad Maiorem Dei Gloriam (AMDG) yang merupakan semboyan Serikat Yesus. Namun uniknya lagu tersebut tidak saya temukan. Agak heran juga kenapa semboyan yang sangat terkenal ini tidak pernah diangkat sebagai tema lagu.
Maka saya pun beranikan diri membuat lagu Ad Maiorem Dei Gloriam untuk dijadikan lagu penutup pada Misa HUT imamat yang akan datang. AMDG berarti "demi bertambahnya kemuliaan Tuhan". Nyanyian dibuat dengan pola ulangan-ayat, dimana ulangannya adalah pengulangan semboyan AMDG, dengan ayat adalah uraian kaul Jesuit sejauh yang bisa saya pahami tentang ketaatan dan kemurnian.
Ada kaul lainnya yakni kemiskinan, namun saya merasa kesulitan menguraikannya dengan bahasa sederhana dan singkat, apalagi untuk dipadukan dengan spiritualitas awam mengingat semangat lagu ini juga diperuntukkan untuk awam . Mungkin di masa yang akan datang bisa ditambahkan. Kedua ayat ini ditutup dengan ayat tradisional madah-madah liturgi, yakni pujian kepada Tritunggal Mahakudus.
Harapannya, lagu ini bisa dijadikan salah satu pilihan untuk nyanyian penutup pada misa HUT imamat atau Misa tahbisan, khususnya menyangkut Imam Jesuit. Juga bisa dinyanyikan untuk misa pelepasan atau penyambutan imam baru di paroki.
Akhir kata, hanya ini yang bisa saya persembahkan untuk ordo yang telah membesarkan saya di paroki dan sekolah. Semoga berkenan....
Ad Maiorem Dei Gloriam
Ad Maiorem Dei Gloriam by onggolukito
08 Juli 2011
Mazmur
Beberapa waktu terakhir saya senantiasa mencoba membuat nyanyian berdasarkan mazmur, dan ternyata susah! Walaupun susah tetap saya usahakan karena nyanyian berdasarkan Mazmur sebenarnya adalah yang lazim dipakai untuk Liturgi kudus.
Setelah berusaha dan dicoba berulang-ulang, jadilah dua buah lagu baru (klik untuk download):
Lagu kedua diambil dari Mazmur 51, yang diambil dari Mazmur Tanggapan hari Rabu Abu, jadi cocok untuk masa prapaskah. Walau masih jauh, mumpung ada idenya sekarang, jadi diselesaikan sekarang saja :D Lagu ini berbentuk ulangan dengan dua ayat, dengan komposisi 4 suara hanya pada ulangan. Baik bila ayat pertama dibawakan oleh wanita dan ayat kedua oleh pria.
Semoga nyanyian ini bermanfaat bagi kita semua.
Berikut ini instrumental Kasihanilah Aku Ya Allah:
Kasihanilah Aku by onggolukito
Setelah berusaha dan dicoba berulang-ulang, jadilah dua buah lagu baru (klik untuk download):
- Betapa Mulia Nama-Mu (Mazmur 8)
- Kasihanilah Aku Ya Allah (Mazmur 51)
Lagu kedua diambil dari Mazmur 51, yang diambil dari Mazmur Tanggapan hari Rabu Abu, jadi cocok untuk masa prapaskah. Walau masih jauh, mumpung ada idenya sekarang, jadi diselesaikan sekarang saja :D Lagu ini berbentuk ulangan dengan dua ayat, dengan komposisi 4 suara hanya pada ulangan. Baik bila ayat pertama dibawakan oleh wanita dan ayat kedua oleh pria.
Semoga nyanyian ini bermanfaat bagi kita semua.
Berikut ini instrumental Kasihanilah Aku Ya Allah:
Kasihanilah Aku by onggolukito
Langganan:
Postingan (Atom)